Desa Trunyan - Desa Seribu Tengkorak


Kuburan Desa Trunyan
Ada yang menarik dan unik yang bisa kita saksikan saat berada di Desa Trunyan. Desa ini berada dipinggiran Danau Batur, desa ini juga dikenal sebagai desa seribu tengkorak. Mengapa dikatakan desa seribu tengkorak? Karena di desa ini, kalian akan menemukan mayat-mayat orang yang sudah meninggal tanpa dikuburkan ataupun dibakar sebagaimana yang biasa kita lihat. Proses penguburan mayatnya terbilang unik, dimana para mayat tersebut diletakkan diatas permukaan tanah saja dan dibiarkan hingga menjadi tengkorak serta membusuk. Cuma diselimuti dengan beberapa helai kain yang menutupi tubuh si mayat tersebut. Kemudian disekeliling mayat ditutupi dengan anyaman yang terbuat dari bambu. Meskipun demikian, aroma busuknya tidak menebar kemana-mana.

Pemakaman Desa Trunyan
Tradisi penguburan mayat ini disebut Sema Wayah, namun tidak semua mayat dikuburkan di Sema Wayah hanya orang-orang tertentu saja yang bisa dikuburkan ditempat tersebut. Sema Wayah cuma diperuntukan buat orang yang meninggal secara wajar, telah berumah tangga, bujangan, dan anak kecil yang telah tanggal gigi susunya. Berbeda dengan orang yang meninggal akibat kecelakaan, itu sudah ada tempatnya dimakamkan di Sema Bantas, lalu untuk bayi yang meninggal dikuburkan di Sema Muda. Begitulah aturan masyarakat setempat di Desa Trunyan, semua tempat penguburannya telah disediakan berdasarkan proses kematian dari mayat tersebut.

Tengkorak Desa Trunyan
Karena Desa Trunyan memiliki keunikan sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung di tempat tersebut. Wisatawan bebas memotret atau mengambil gambar dari proses penguburan tersebut. Tapi anda jangan heran atau kaget karena bisa saja anda bisa menginjak tulang-tulang tengkorak yang berserakan di mana-mana tepat sekitar pemakaman. Hanya orang yang punya nyali saja bisa mengunjungi tempat ini, bagi yang penakut sebaiknya untuk mengurungkan niatnya untuk tidak mengunjungi lokasi tersebut.

Desa Trunyan berlokasi di daerah Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Untuk menjangkau Desa Trunyan terdapat dua cara yaitu melalui Pelabuhan Kedisan ataukah Desa Trunyan. Kalau lewat Pelabuhan Kedisan itu memakan waktu sekitar 45 menit dengan menyeberangi Danau Batur menggunakan boat. Dan melalui Desa Trunyan dapat dijangkau hanya sekitar 15 menit dengan mengitari pinggiran danau Batur. Nah, kini tinggal siapkan keberanian dan nyali anda untuk berkunjung objek wisata yang cukup mistis ini Desa Trunyan.




Booking.com


Desa Trunyan - Desa Seribu Tengkorak Diposkan Oleh: khanza zahira